Masih ingat tembang jawa yang diciptakan oleh para walisongo dalam menyebarkan agama islam di tanah jawa??? iya, salah satunya adalah tembang Sluku-Sluku Batok. ini dalah tembangnya :
Sluku-sluku bathok Bathoke ela-elo
Si Rama menyang Solo Oleh-olehe payung mutho
Pak jenthit lolo lo bah Yen mati ora obah
Yen obah medeni bocah Yen urip golekko dhuwit
Tapi apakah kalian mengerti apa makna temabang tersebut??? Ali Maschan Mouesa dalam ceramahnya tadi malam pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Singosari menuturkan :
Sluku-sluku bathok : berasal dari Bahasa Arab : Ghuslu-ghuslu bathnaka, artinya mandikanlah batinmu. Membersihkan batin dulu sebelum membersihkan badan atau raga. Sebab lebih mudah membersihkan badan dibandingkan membersihkan batin atau jiwa.
Bathoke ela-elo : batine La Ilaha Illallah : maksudnya hatinya senantiasa berdzikir kepada Allah, diwaktu senang apalagi susah, dikala menerima nikmat maupun musibah, sebab setiap persitiwa yang dialami manusia, pasti mengandung hikmah.
Si Rama menyang Solo : siram (mandilah, bersuci) menyang (menuju) Solo (Sholat). Mandilah, bersucilah, kemudian kerjakanlah shalat. Allah menciptakan Jin dan manusia tidak lain adalah agar supaya menyembah, menghambakan diri kepada-Nya. Menyadari betapa besarnya anugerah dan jasa yang telah diperoleh manusia dan betapa bijaksana Allah dalam segala ketetapan dan pekerjaan-Nya. Kesadaran ini dapat mendorong seorang hamba untuk beribadah kepada Allah sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah diterima.
Oleh-olehe payung motha : Lailaha Illalah hayyun mauta : dzikir pada Allah mumpung masih hidup, bertaubat sebelum datangnya maut. Manusia hidup di alam dunia tidak sekedar memburu kepentingan duniawi saja, tetapi harus seimbang dengan urusan-urusan ukhrowi.
Pak jenthit lolo o bah : kematian itu datangnya tiba-tiba, tak ada yang tahu. Tak bisa dimajukan atau dimundurkan walau sesaat. Sehingga saat kita hidup, kita harus senantiasa bersiap dan waspada. Selalu mengumpulkan amal kebaikan sebagai bekal untuk dibawa mati.
Yen obah medeni bocah : Saat kematian datang, semua sudah terlambat. Kesempatan beramal hilang. Banyak ingin minta dihidupkan tapi Allah tidak mengijinkan. Jika mayat hidup lagi maka bentuknya menakutkan dan mudharat-nya akan lebih besar.
Yen urip golekno dhuwit : Kesempatan terbaik untuk berkarya dan beramal adalah saat ini. Saat masih hidup. Pengin kaya, pengin membantu orang lain, pengin membahagiakan orang tua: sekaranglah saatnya. Ketika uang dan harta benda masih bisa menyumbang bagi tegaknya agama Allah. Sebelum terlambat, sebelum segala pintu kesempatan tertutup.
Mudah-mudahan kita semua bisa menerapkan dan mengamalkan makna dari syair di dalam lagu “SLUKU-SLUKU BATHOK”. Bukan hanya untuk sekedar lagu dolanan, akan tetapi merupakan keadaan yang harus dilakukan setiap manusia di bumi agar selalu dekat dengan Sang Maha Pencipta (Allah SWT)… Amin…..
Diambil dari:http://www.lazis.info/perlu-kita-tahu/196.html#comment-605
Anggayuh cipto karsa tresno...Tansah ngugemi...Sak bejo-bejone wong lali, Isih bejo wong kang tansah Eling Lan Waspodo... Ojo Dumeh..Ojo Gumunan..Ono ing Wolak-walike Jaman... Jejak pengembaraan mencari jati diri, menelusuri jalan kehidupan, menempa batin, pergi dari barat gunung purabaya, gunung sentosa, samudra selebes, gunung tangkupan perahu, gunung merapi dan gunung damalung
Selasa, 13 Maret 2012
Senin, 12 Maret 2012
DAUN SUKUN SEMBUHKAN SAKIT GINJAL DAN JANTUNG
Sukun termasuk dalam genus Artocarpus (famili Moraceae) yang terdiri atas 50 spesies tanaman berkayu, yang hanya tumbuh di daerah panas dan lembab di kawasan Asia Tenggara dan kepulauan Pasifik. Buahnya berbentuk bulat berkulit tebal dan kasar, dengan warna hijau muda dan kuning dengan berat sekitar 1,5 – 3 kg. Buah sukun bisa digunakan untuk bahan pangan. Orang biasa memanfaatkannya untuk makanan ringan, semisal direbus, digoreng, atau dibuat keripik dan kolak. Ada juga yang memanfaatkannya sebagai bahan baku tepung dan mi.
Tak banyak orang yang menanamnya. Selain kurang “menjual”, masyarakat belum begitu tahu manfaat tanaman tersebut. Sering dijumpai orang menebang pohon tersebut di pekarangannya, dan menggantinya dengan tanaman lain seperti pisang atau mangga. Tapi sesungguhnya sukun sangat bermanfaat. Daunnya mempunyai khasiat buat kesehatan, efektif untuk mengobati berbagai penyakit seperti liver, hepatitis, sakit gigi, gatal-gatal, pembesaran limpa, jantung, dan ginjal. Bahkan, masyarakat Ambon memanfaatkan kulit batangnya untuk obat mencairkan darah bagi wanita yang baru 8-10 hari melahirkan.
Daun tanaman tersebut mengandung beberapa zat berkhasiat seperti asam hidrosianat, asetilcolin, tanin, riboflavin, dan sebagainya. Zat-zat ini juga mampu mengatasi peradangan.
Menyelamatkan Ginjal
Ada juga yang menjadikan daun tersebut sebagai alternatif untuk menyelamatkan ginjal yang sakit. Caranya mudah, tapi harus telaten. Langkah awal, siapkan tiga lembar daun yang berwarna hijau tua, namun masih menempel di dahan. Kemudian cuci bersih pada air mengalir. Selanjutnya dirajang lalu jemur sampai kering. Siapkan pula wadah lalu isi dengan air bersih dua liter. Usahakan wadah tersebut terbuat dari gerabah tanah liat, tapi jika pun tak ada bisa juga memakai panci stainless steel. Masukkan dedaunan kering itu lalu dimasak sampai mendidih, sisakan air tersebut sampai volumenya tinggal separuh.
Selanjutnya, tambahkan air bersih satu liter, dan didihkan lagi sampai separuh. Kemudian saringlah rebusan daun sukun itu. Warna airnya merah, mirip teh. Rasanya agak pahit. Silakan diminum sampai habis, tak boleh disisakan untuk kesesokan harinya. Demikian seterusnya.
Agar tidak repot bolak-balik mengambil tiga lembar daun, sebaiknya sediakan rajangan daun sukun kering untuk seminggu. Caranya, siapkan lembar daun hijau tua sebanyak 3 x 7 = 21 lembar. Proses selanjutnya persis seperti cara di atas, sehingga kita punya sejumlah rajangan daun sukun kering, tapi dibagi-bagi menjadi tujuh bungkus.
Tiap hari ambil sebungkus, rebus, saring, dan minum. Jika Anda termasuk tak tahan pahit, bisa ditambahkan sedikit madu setiap kali minum.
Mengobati penyakit jantung
Daun sukun juga bisa untuk mengobati penyakit jantung. Caranya, ambillah satu lembar daun sukun tua yang masih menempel di pohon. Daun sukun tua mempunyai kadar zat kimia maksimal.
Cucilah sampai bersih lalu dijemur hingga kering. Kemudian rebus sampai mendidih dengan lima gelas air dan sisakan sampai tinggal separuh. Tambahkan air lagi hingga mencapai volume lima gelas. Tunggu hingga mendidih, dinginkan setelah itu disaring, rebusan air itu siap diminum dan harus habis tak bisa disisakan untuk esok hari.
Beberapa pakar obat tradisional memang meragukan khasiat daun sukun. Namun masyarakat sudah percaya dan membuktikan khasiat daun sukun yang dapat menyembuhkan penyakit jantung dan ginjal.
Dalam buku Koleksi Tumbuhan Obat Kebun Raya Bogor, tanaman ini tidak termuat. Satu-satunya literatur yang mengungkap efek diuretik dan kardiotonik sukun hanya buku Indian Medicinal Plants. Itu pun hanya menyangkut buahnya. Apakah bahan kimia yang dikandungnya itu berkhasiat ?
Tentu saja masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut oleh pihak-pihak yang terkait, karena memang obat tradisional dari tanaman dipercaya walaupun awalnya hanya cerita dari mulut ke mulut. Jadi, penelitian itu amat penting bagi dunia kesehatan.
Diambil dari:http://daunobat.wordpress.com/2008/11/30/daun-sukun-sembuhkan-sakit-ginjal-dan-jantung/
Tak banyak orang yang menanamnya. Selain kurang “menjual”, masyarakat belum begitu tahu manfaat tanaman tersebut. Sering dijumpai orang menebang pohon tersebut di pekarangannya, dan menggantinya dengan tanaman lain seperti pisang atau mangga. Tapi sesungguhnya sukun sangat bermanfaat. Daunnya mempunyai khasiat buat kesehatan, efektif untuk mengobati berbagai penyakit seperti liver, hepatitis, sakit gigi, gatal-gatal, pembesaran limpa, jantung, dan ginjal. Bahkan, masyarakat Ambon memanfaatkan kulit batangnya untuk obat mencairkan darah bagi wanita yang baru 8-10 hari melahirkan.
Daun tanaman tersebut mengandung beberapa zat berkhasiat seperti asam hidrosianat, asetilcolin, tanin, riboflavin, dan sebagainya. Zat-zat ini juga mampu mengatasi peradangan.
Menyelamatkan Ginjal
Ada juga yang menjadikan daun tersebut sebagai alternatif untuk menyelamatkan ginjal yang sakit. Caranya mudah, tapi harus telaten. Langkah awal, siapkan tiga lembar daun yang berwarna hijau tua, namun masih menempel di dahan. Kemudian cuci bersih pada air mengalir. Selanjutnya dirajang lalu jemur sampai kering. Siapkan pula wadah lalu isi dengan air bersih dua liter. Usahakan wadah tersebut terbuat dari gerabah tanah liat, tapi jika pun tak ada bisa juga memakai panci stainless steel. Masukkan dedaunan kering itu lalu dimasak sampai mendidih, sisakan air tersebut sampai volumenya tinggal separuh.
Selanjutnya, tambahkan air bersih satu liter, dan didihkan lagi sampai separuh. Kemudian saringlah rebusan daun sukun itu. Warna airnya merah, mirip teh. Rasanya agak pahit. Silakan diminum sampai habis, tak boleh disisakan untuk kesesokan harinya. Demikian seterusnya.
Agar tidak repot bolak-balik mengambil tiga lembar daun, sebaiknya sediakan rajangan daun sukun kering untuk seminggu. Caranya, siapkan lembar daun hijau tua sebanyak 3 x 7 = 21 lembar. Proses selanjutnya persis seperti cara di atas, sehingga kita punya sejumlah rajangan daun sukun kering, tapi dibagi-bagi menjadi tujuh bungkus.
Tiap hari ambil sebungkus, rebus, saring, dan minum. Jika Anda termasuk tak tahan pahit, bisa ditambahkan sedikit madu setiap kali minum.
Mengobati penyakit jantung
Daun sukun juga bisa untuk mengobati penyakit jantung. Caranya, ambillah satu lembar daun sukun tua yang masih menempel di pohon. Daun sukun tua mempunyai kadar zat kimia maksimal.
Cucilah sampai bersih lalu dijemur hingga kering. Kemudian rebus sampai mendidih dengan lima gelas air dan sisakan sampai tinggal separuh. Tambahkan air lagi hingga mencapai volume lima gelas. Tunggu hingga mendidih, dinginkan setelah itu disaring, rebusan air itu siap diminum dan harus habis tak bisa disisakan untuk esok hari.
Beberapa pakar obat tradisional memang meragukan khasiat daun sukun. Namun masyarakat sudah percaya dan membuktikan khasiat daun sukun yang dapat menyembuhkan penyakit jantung dan ginjal.
Dalam buku Koleksi Tumbuhan Obat Kebun Raya Bogor, tanaman ini tidak termuat. Satu-satunya literatur yang mengungkap efek diuretik dan kardiotonik sukun hanya buku Indian Medicinal Plants. Itu pun hanya menyangkut buahnya. Apakah bahan kimia yang dikandungnya itu berkhasiat ?
Tentu saja masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut oleh pihak-pihak yang terkait, karena memang obat tradisional dari tanaman dipercaya walaupun awalnya hanya cerita dari mulut ke mulut. Jadi, penelitian itu amat penting bagi dunia kesehatan.
Diambil dari:http://daunobat.wordpress.com/2008/11/30/daun-sukun-sembuhkan-sakit-ginjal-dan-jantung/
9 Penyakit Menular dari Satwa Liar pada Manusia
Monday, 25 October 2010 13:47 Admin Istrator
Email Print PDF
Banyak penyakit menular pada manusia yang disebabkan oleh binatang dan satwa liar, penyakit yang mungkin dianggap biasa atau sepele tapi ternyata bisa berakibatfatal.
Berikut sedikit penjelasan dari 9 penyakit menular yang disebabkan satwa liar beserta akibatnya pada manusia :
1. Hepatitis
Di seluruh dunia diperkirakan 2 milyar manusia telah terinfeksi penyakit hepatitis. Dua juta orang meninggal tiap tahunnya atau tiap menitnya ada 4 orang meninggal akibat kasus penyakit tersebut. Kecepatan penularan penyakit hepatitis 4 kali lebih cepat dari penyakit HIV. Penularan penularan penyakit hepatitis ini melalui aliran darah, plasenta bayi bagi ibu yang mengandung serta cairan tubuh seperti sperma, vagina, dan air liur.
Orang yang terkena hepatitis :
- Hatinya akan rusak
- Perutnya tampak membesar
- Muntah
- Diare dan
- Kulit berwarna kekuningan.
Fungsi hati yang menyaring racun telah hancur oleh virus ini,akibatnya kematian mengancam penderita hepatitis.
Satwa primata (bangsa kera dan monyet) dapat menularkanpenyakit hepatitis melalui gigitan atau cakaran. Hati-hati memelihara primata,karena barangkali primata itu terinveksi hepatitis dan sekali dia menggigit anda maka anda berisiko tertular hepatitis.
2. Tuberculosa (TBC)
TBC adalah penyakit yang menyebabkan kematian terbesar kedua di Indonesia.
Gejala yangditimbulkan antara lain :
- Gangguan pernafasan seperti sesak nafas, batuk sampai berdarah
- Badan tampak kurus kering dan lemah.
Penularan penyakit ini sangat cepat karena ditularkan melalui saluran pernafasan.
Selain manusia, satwapun dapat terinfeksi dan menularkanpenyakit TBC melalui kotorannya. Jika kotoran satwa yang terinveksi ituterhirup oleh manusia maka membuka peluang manusia akan terinveksi jugapenyakit TBC. Penyakit Tuberculosis bersifat menahun atauberjalan kronis, sehingga gejala klinisnya baru muncul jika sudah parah.
Satwa yang punya potensi besar menularkan penyakit TBC kemanusia adalah primata, misalnya orangutan, owa dan siamang.
3. Rabies
Penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus ini dikenal jugasebagai penyakit “anjing gila”. Penyakit yang menyerang susunan syarafpusat ini dapat ditularkan ke manusia lewat gigitan satwa.
Kasus gigitan hewan penyebar rabies adalah :
- Anjing (90%)
- Kucing (3%)
- Kera (3%) dan
- Satwa lain (1%).
Gejala yangditimbulkan bila terinfeksi rabies pertama-tama adalah :
- Tingkah laku yang abnormal dan sangat sensitif (mudah marah)
- Kelumpuhan dan kekejangan pada anggota gerak.
Penderita akan mati karena kesulitan untuk bernafas dan menelandalam kurun waktu 2-10 hari.
4. Cacing
Cacingan sering dianggap penyakit yang ringan,padahal penyebab kematian terbesar satwa dipelihara oleh manusia dalam kondisiburuk adalah penyakit ini. Stress dapat meningkatkan jumlah infeksi cacingdalam tubuh. Dengan ukuran yang sangat keci l yaitu 0,01-0,1 mm,sangat memudah bagi parasit menular ke semua satwa termasuk manusia.
Gejala awal yang ditimbulkan adanya infeksi cacing :
- Diare
- Badan kurus
- Kekurangan cairan (dehidrasi)
- Anemia serta badan lemas
- Kejang-kejang pada seluruh anggota gerak
- Perut membesar dan keras akibat adanya timbunan gas (kembung) merupakan tanda bahwa racun telah menyebar ke seluruh tubuh.
Bila tidak segera diobati maka kematian akan menjemput penderitanya. Hampir semua satwa yang berpotensi menularkan penyakit cacingan,misalnya :primata, musang, kucing, burung nuri, kakatua, dan lain-lain.
5. Toxoplasmosis
Penyakit ini ditakuti oleh kaum wanita karena menyebabkan kemandulan atau selalu keguguran bila mengandung. Bayi yang lahir dengan kondisi cacatpun juga dapat di sebabkan oleh penyakit ini.
Penyakit Toxoplasmosis disebarkan oleh satwa bangsa kucing, misalnya kucing hutan, harimau atau juga kucing rumahan.
Toxoplasme dapat tertular ke manusia melalui empat cara yaitu:
1. Secara tidak sengaja menelan makanan atau minuman yang telah tercemar Toxoplasama.
2. Memakan makanan yang berasal dari daging yang mengandung parasit Toxopalsmadan tidak dimasak secara sempurna/setengah matang.
3. Penularan lain adalah infeksi penyakit yang ditularkan melalui placenta bayidalam kandungan bagi ibu yang mengandung.
4. Cara penularan terakhir adalah melalui transfusi darah.
6. Psittacosis
Walaupun belum ada laporan tentang kasus penyakit Psittacosis yang diderita oleh manusia tetapi penyakityang disebarkan oleh burung paruhbengkok (nuri dankakatua) ini dapat menyebabkan gangguan pernafasan. Penularannya bisa lewat kotoran burung yang kemudian terhirup oleh manusia.
Gejala klinik yang ditimbulkan antara lain :
- Gangguan pernafasan mulai dari sesak nafas sampai peradangan pada saluranpernafasan
- Diare
- Tremor serta
- Kelemahan pada anggota gerak.
Kondisi akan semakin parah bila penderita dalam kondisi stress danmakanan yang kekurangan gizi.
7. Salmonellosis
Bakteri Salmonella masuk ke tubuh penderita melaluimakanan atau minuman yang tercemar bakteri ini. Akibat yang ditimbulkan bila terinfeksi bakteri Salmonella adalah peradangan pada saluran pencernaan sampai rusaknya dinding usus.
Akibatnyapenderita akan mengalami :
- Diare
- Sari makanan yang masuk dalam tubuh tidak dapat terserap dengan baik
- Penderita akan tampak lemah dan kurus.
Racun yang dihasilkan oleh bakteri Salmonella menyebabkan kerusakan otak, organ reproduksi wanita bahkan yang sedang hamilpun dapat mengalami keguguran.
Satwa yang bisa menularkan penyakit salmonella ini antara lain :
- primata,iguana, ular, dan burung.
8. Leptospirosis
Penyakit yang disebabkan oleh sejenis kuman ini menyerang semua jenis satwatermasuk manusia. Organ tubuh yang paling disukai oleh kuman ini tumbuh suburadalah ginjal dan organ reproduksi.
Penularan penyakit berawal dari adanya luka yang terbuka danterkontaminasi dengan air kencing atau cairan dari organ reproduksi. Bahkan makanan atau minuman yang tercemarpun dapat menyebakan infeksi masuk dalam tubuh.
Gejala yang mudah diamati bila terinfeksi penyakit ini adalah :
- Air kencing berubah menjadi merah karena ginjal penderita mengalamiperdarahan.
- Kepala akan mengalami sakit yang luar biasa
- Depresi
- Badan lemah
- Bahkan wanita hamil juga akan mengalami keguguran.
Sampai saat ini belum ada vaksin Leptospira untuk manusia, yang tersedia hanyauntuk satwa. Satwa yang bisa menularkan penyakit mengerikan ini adalah :
-anjing, kucing, harimau, tikus, musang, jelarang dan tupai.
9. Herpes
Adanya pelepuhan kulit di seluruh tubuh merupakan gejala awalyang ditimbulkan bila terinfeksi virus herpes. Virus ini bisa berakibatkematian bagi bangsa primata.
Manusia dapat tertular dari gigitan atau cakaran satwa yang mengandung virus tersebut. Penderita penyakit ini akan mengalami dehidrasi akibat pelepuhan kulit dan akhirnya kematian akan menjemputnya.
Hati-hati jika memelihara primata seperti : monyet, lutung, owa, siamang, orangutan,dan lain-lain. Bisa jadi primata yang anda pelihara itu ternyata menderita herpes!.
Dengan mengetahui 9 penyakit menular dari satwa liarpada manusia diatas semoga bisa menambah pengetahuan kita tentang penyakit dan bisa menghindarinya.
diambil dari:http://www.kimiafarmaapotek.com/index.php?option=com_content&view=article&id=924:9-penyakit-menular-dari-satwa-liar-pada-manusia&catid=223:penyakit-umum&Itemid=82
Sumber Data : Majalah Kesehatan
Email Print PDF
Banyak penyakit menular pada manusia yang disebabkan oleh binatang dan satwa liar, penyakit yang mungkin dianggap biasa atau sepele tapi ternyata bisa berakibatfatal.
Berikut sedikit penjelasan dari 9 penyakit menular yang disebabkan satwa liar beserta akibatnya pada manusia :
1. Hepatitis
Di seluruh dunia diperkirakan 2 milyar manusia telah terinfeksi penyakit hepatitis. Dua juta orang meninggal tiap tahunnya atau tiap menitnya ada 4 orang meninggal akibat kasus penyakit tersebut. Kecepatan penularan penyakit hepatitis 4 kali lebih cepat dari penyakit HIV. Penularan penularan penyakit hepatitis ini melalui aliran darah, plasenta bayi bagi ibu yang mengandung serta cairan tubuh seperti sperma, vagina, dan air liur.
Orang yang terkena hepatitis :
- Hatinya akan rusak
- Perutnya tampak membesar
- Muntah
- Diare dan
- Kulit berwarna kekuningan.
Fungsi hati yang menyaring racun telah hancur oleh virus ini,akibatnya kematian mengancam penderita hepatitis.
Satwa primata (bangsa kera dan monyet) dapat menularkanpenyakit hepatitis melalui gigitan atau cakaran. Hati-hati memelihara primata,karena barangkali primata itu terinveksi hepatitis dan sekali dia menggigit anda maka anda berisiko tertular hepatitis.
2. Tuberculosa (TBC)
TBC adalah penyakit yang menyebabkan kematian terbesar kedua di Indonesia.
Gejala yangditimbulkan antara lain :
- Gangguan pernafasan seperti sesak nafas, batuk sampai berdarah
- Badan tampak kurus kering dan lemah.
Penularan penyakit ini sangat cepat karena ditularkan melalui saluran pernafasan.
Selain manusia, satwapun dapat terinfeksi dan menularkanpenyakit TBC melalui kotorannya. Jika kotoran satwa yang terinveksi ituterhirup oleh manusia maka membuka peluang manusia akan terinveksi jugapenyakit TBC. Penyakit Tuberculosis bersifat menahun atauberjalan kronis, sehingga gejala klinisnya baru muncul jika sudah parah.
Satwa yang punya potensi besar menularkan penyakit TBC kemanusia adalah primata, misalnya orangutan, owa dan siamang.
3. Rabies
Penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus ini dikenal jugasebagai penyakit “anjing gila”. Penyakit yang menyerang susunan syarafpusat ini dapat ditularkan ke manusia lewat gigitan satwa.
Kasus gigitan hewan penyebar rabies adalah :
- Anjing (90%)
- Kucing (3%)
- Kera (3%) dan
- Satwa lain (1%).
Gejala yangditimbulkan bila terinfeksi rabies pertama-tama adalah :
- Tingkah laku yang abnormal dan sangat sensitif (mudah marah)
- Kelumpuhan dan kekejangan pada anggota gerak.
Penderita akan mati karena kesulitan untuk bernafas dan menelandalam kurun waktu 2-10 hari.
4. Cacing
Cacingan sering dianggap penyakit yang ringan,padahal penyebab kematian terbesar satwa dipelihara oleh manusia dalam kondisiburuk adalah penyakit ini. Stress dapat meningkatkan jumlah infeksi cacingdalam tubuh. Dengan ukuran yang sangat keci l yaitu 0,01-0,1 mm,sangat memudah bagi parasit menular ke semua satwa termasuk manusia.
Gejala awal yang ditimbulkan adanya infeksi cacing :
- Diare
- Badan kurus
- Kekurangan cairan (dehidrasi)
- Anemia serta badan lemas
- Kejang-kejang pada seluruh anggota gerak
- Perut membesar dan keras akibat adanya timbunan gas (kembung) merupakan tanda bahwa racun telah menyebar ke seluruh tubuh.
Bila tidak segera diobati maka kematian akan menjemput penderitanya. Hampir semua satwa yang berpotensi menularkan penyakit cacingan,misalnya :primata, musang, kucing, burung nuri, kakatua, dan lain-lain.
5. Toxoplasmosis
Penyakit ini ditakuti oleh kaum wanita karena menyebabkan kemandulan atau selalu keguguran bila mengandung. Bayi yang lahir dengan kondisi cacatpun juga dapat di sebabkan oleh penyakit ini.
Penyakit Toxoplasmosis disebarkan oleh satwa bangsa kucing, misalnya kucing hutan, harimau atau juga kucing rumahan.
Toxoplasme dapat tertular ke manusia melalui empat cara yaitu:
1. Secara tidak sengaja menelan makanan atau minuman yang telah tercemar Toxoplasama.
2. Memakan makanan yang berasal dari daging yang mengandung parasit Toxopalsmadan tidak dimasak secara sempurna/setengah matang.
3. Penularan lain adalah infeksi penyakit yang ditularkan melalui placenta bayidalam kandungan bagi ibu yang mengandung.
4. Cara penularan terakhir adalah melalui transfusi darah.
6. Psittacosis
Walaupun belum ada laporan tentang kasus penyakit Psittacosis yang diderita oleh manusia tetapi penyakityang disebarkan oleh burung paruhbengkok (nuri dankakatua) ini dapat menyebabkan gangguan pernafasan. Penularannya bisa lewat kotoran burung yang kemudian terhirup oleh manusia.
Gejala klinik yang ditimbulkan antara lain :
- Gangguan pernafasan mulai dari sesak nafas sampai peradangan pada saluranpernafasan
- Diare
- Tremor serta
- Kelemahan pada anggota gerak.
Kondisi akan semakin parah bila penderita dalam kondisi stress danmakanan yang kekurangan gizi.
7. Salmonellosis
Bakteri Salmonella masuk ke tubuh penderita melaluimakanan atau minuman yang tercemar bakteri ini. Akibat yang ditimbulkan bila terinfeksi bakteri Salmonella adalah peradangan pada saluran pencernaan sampai rusaknya dinding usus.
Akibatnyapenderita akan mengalami :
- Diare
- Sari makanan yang masuk dalam tubuh tidak dapat terserap dengan baik
- Penderita akan tampak lemah dan kurus.
Racun yang dihasilkan oleh bakteri Salmonella menyebabkan kerusakan otak, organ reproduksi wanita bahkan yang sedang hamilpun dapat mengalami keguguran.
Satwa yang bisa menularkan penyakit salmonella ini antara lain :
- primata,iguana, ular, dan burung.
8. Leptospirosis
Penyakit yang disebabkan oleh sejenis kuman ini menyerang semua jenis satwatermasuk manusia. Organ tubuh yang paling disukai oleh kuman ini tumbuh suburadalah ginjal dan organ reproduksi.
Penularan penyakit berawal dari adanya luka yang terbuka danterkontaminasi dengan air kencing atau cairan dari organ reproduksi. Bahkan makanan atau minuman yang tercemarpun dapat menyebakan infeksi masuk dalam tubuh.
Gejala yang mudah diamati bila terinfeksi penyakit ini adalah :
- Air kencing berubah menjadi merah karena ginjal penderita mengalamiperdarahan.
- Kepala akan mengalami sakit yang luar biasa
- Depresi
- Badan lemah
- Bahkan wanita hamil juga akan mengalami keguguran.
Sampai saat ini belum ada vaksin Leptospira untuk manusia, yang tersedia hanyauntuk satwa. Satwa yang bisa menularkan penyakit mengerikan ini adalah :
-anjing, kucing, harimau, tikus, musang, jelarang dan tupai.
9. Herpes
Adanya pelepuhan kulit di seluruh tubuh merupakan gejala awalyang ditimbulkan bila terinfeksi virus herpes. Virus ini bisa berakibatkematian bagi bangsa primata.
Manusia dapat tertular dari gigitan atau cakaran satwa yang mengandung virus tersebut. Penderita penyakit ini akan mengalami dehidrasi akibat pelepuhan kulit dan akhirnya kematian akan menjemputnya.
Hati-hati jika memelihara primata seperti : monyet, lutung, owa, siamang, orangutan,dan lain-lain. Bisa jadi primata yang anda pelihara itu ternyata menderita herpes!.
Dengan mengetahui 9 penyakit menular dari satwa liarpada manusia diatas semoga bisa menambah pengetahuan kita tentang penyakit dan bisa menghindarinya.
diambil dari:http://www.kimiafarmaapotek.com/index.php?option=com_content&view=article&id=924:9-penyakit-menular-dari-satwa-liar-pada-manusia&catid=223:penyakit-umum&Itemid=82
Sumber Data : Majalah Kesehatan
Rabu, 07 Maret 2012
Dipatenkan, Minuman Kesehatan dari Kulit Manggis
REPUBLIKA.CO.ID,AROSUKA--Temuan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat terkait minuman kesehatan dari kulit buah manggis sudah dipatenkan Ditjen Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia pada Juni 2011.
"Alhamdulillah pada Juni 2011 temuan BPTP minuman yang terbuat dari kulit Manggis sudah dipatenkan," kata Kepala BPTP Sumbar Prama Yufdi didampingi peneliti temuan minuman kesehatan kulit manggis, Kasma Iswari, di Arosuka, Senin.
Menurut Prama Yufdi, pengajuan untuk hak paten tersebut sudah dilakukan sejak 2006, setelah menunggu penantian panjang dari Kemenkum HAM akhirnya permintaan tersebut dikabulkan dengan nomor ID P0028639 B, 30 Juni 2011.
Dikatakannya, setelah dihakpatenkan temuan itu dilisensikan kepada PT Zena Nirmala Sentosa yang berproduksi di Bogor dengan sistem royalti.
"Karena kita tidak mungkin untuk memasarkannya, makanya hak paten tersebut kita lisensikan kepada pihak PT Zena Nirmala Sentosa agar kemudian bisa dipasarkan untuk dikonsumsi masyarakat," katanya.
Ditambahkannya, proses penelitian minuman yang dibuat dari bahan baku kulit buah manggis itu sudah dimulai sejak 2005 dengan melibatkan setidaknya 40 orang tenaga ahli dari BPTP Sumbar.
Menurut dia, sari kulit buah manggis memiliki kandungan xanthon (kumpulan senyawa) yang diprediksi bisa mencegeah tumbuhnya kanker, tumor.
Selain itu, dalam sari kulit Manggis itu terdapat banyak vitamin, yaitu vitamin A, semua vitamin B, kalsium, dan sebagainya.
Sementara oleh perusahaan yang memasarkan produk tersebut sari kulit buah manggis diproduksi berbentuk kapsul dan jamu.
"Informasi terakhir yang saya ketahui semua proses perizinannya sudah rampung, berkemungkinan dalam Maret 2012 sudah bisa dipasarkan," katanya.
"Alhamdulillah pada Juni 2011 temuan BPTP minuman yang terbuat dari kulit Manggis sudah dipatenkan," kata Kepala BPTP Sumbar Prama Yufdi didampingi peneliti temuan minuman kesehatan kulit manggis, Kasma Iswari, di Arosuka, Senin.
Menurut Prama Yufdi, pengajuan untuk hak paten tersebut sudah dilakukan sejak 2006, setelah menunggu penantian panjang dari Kemenkum HAM akhirnya permintaan tersebut dikabulkan dengan nomor ID P0028639 B, 30 Juni 2011.
Dikatakannya, setelah dihakpatenkan temuan itu dilisensikan kepada PT Zena Nirmala Sentosa yang berproduksi di Bogor dengan sistem royalti.
"Karena kita tidak mungkin untuk memasarkannya, makanya hak paten tersebut kita lisensikan kepada pihak PT Zena Nirmala Sentosa agar kemudian bisa dipasarkan untuk dikonsumsi masyarakat," katanya.
Ditambahkannya, proses penelitian minuman yang dibuat dari bahan baku kulit buah manggis itu sudah dimulai sejak 2005 dengan melibatkan setidaknya 40 orang tenaga ahli dari BPTP Sumbar.
Menurut dia, sari kulit buah manggis memiliki kandungan xanthon (kumpulan senyawa) yang diprediksi bisa mencegeah tumbuhnya kanker, tumor.
Selain itu, dalam sari kulit Manggis itu terdapat banyak vitamin, yaitu vitamin A, semua vitamin B, kalsium, dan sebagainya.
Sementara oleh perusahaan yang memasarkan produk tersebut sari kulit buah manggis diproduksi berbentuk kapsul dan jamu.
"Informasi terakhir yang saya ketahui semua proses perizinannya sudah rampung, berkemungkinan dalam Maret 2012 sudah bisa dipasarkan," katanya.
Selasa, 06 Maret 2012
Mengapa Anak Berperilaku Buruk?
TRIBUNnews.comTRIBUNnews.com – Sen, 31 Okt 2011 11:31 WIB
TRIBUNNEWS.COM - Perilaku agresif terkadang lazim ditemui pada anak-anak usia dibawah lima tahun (balita). Namun jika perilaku tersebut masih bertahan sampai ia bersekolah TK atau SD, hhhm bisa jadi ada yang salah dengan pola asuh ibunya.
Para peneliti dari Universitas of Minnesota, Amerika Serikat, menyebutkan pada umumnya pembawaan bayi adalah tenang. Tetapi pada satu masa di awal usia balita, anak bisa punya kebiasaan suka memukul. Sifat agresif itu mencapai puncaknya saat balita berusia 2,5 tahun, kemudian mereda.
Menurut teori, balita berusia 4 tahun lebih bisa dikendalikan dibanding balita usia 2 tahun, dan anak berusia 6 tahun berperilaku lebih baik dibanding rata-rata anak usia 4 tahun.
Namun pada kenyataannya ada anak-anak yang berperilaku sulit diatur. Menurut Michael Lorber, peneliti yang melakukan riset ini, ada sebagian anak yang tetap berperilaku agresif sampai ia berusia 6 tahun.
"Anak yang masih bersikap agresif di usia TK atau kelas I sekolah dasar berpotensi besar membawa sikap itu sampai besar," kata Lorber.
Padahal, literatur menyatakan anak yang agresif, seperti suka memukul atau melempar benda saat tantrum, cenderung bermasalah di sekolah, beresiko tinggi depresi, bahkan suka melakukan kekerasan pada pasangannya kelak.
Dalam penelitian yang dilakukan Lorber terhadap 267 ibu dan anak, diketahui bayi usia 3 bulan pun sudah bisa meniru. Jika sejak bayi si ibu bersikap kurang sabar atau suka mengomel, besar kemungkinan bayinya akan tumbuh menjadi anak berperilaku buruk.
Sikap agresif anak juga bisa timbul dari pengaruh sekelilingnya, seperti tayangan televisi atau video games. Namun, Lorber menjelaskan bahwa pola asuh bukan faktor tunggal dalam pembentukan perilaku anak karena ada juga pengaruh faktor genetik.
Walau begitu, ia menyarankan agar orangtua memberi contoh perilaku yang baik pada anaknya. "Mulailah sedini mungkin. Menjadi orangtua yang sensitif dan merespon kebutuhan sosial dan emosional anak sangatlah penting," ka
Langganan:
Postingan (Atom)