Rabu, 23 Desember 2015

Awas Terjerumus! Ini Beberapa Dampak Buruk Jika Merayakan Ulang Tahun Untuk Anak

Terkadang kita melakukan sesuatu tanpa terlalu mempertimbangkan dampak baik dan buruknya untuk masa depan atau terkait pembentukan karakter anak, salah satunya adalah mengadakan perayaan ulang tahun anak.
Padahal ada beberapa resiko buruk yang perlu ditimbangkan jika kita berencana mengadakan perayaan pesta ulang tahun untuk anak. Di antaranya sebagai berikut: 1. Terjebak pada gaya hidup bermewah-mewahan dan mubazir Waspadai jebakan gaya hidup mewah dan mubazir dalam perayaan pesta ulang tahun! Jika kita rela mengeluarkan jutaan Rupiah untuk membeli kue, aneka ornamen dekorasi, badut, balon, kartu undangan, dan lain sebagainya, mengapa tak dialokasikan saja untuk sedekah, santunan anak yatim, wakaf, atau amalan shaleh lain yang lebih memperlihatkan rasa syukur pada Allah? Hal ini juga sekaligus mengajarkan pada anak cara bersyukur atas nikmat usia dan kesehatan dengan melakukan amalan yang mengalirkan pahala untuk diri dan keluarga. 2. Anak akan menganggap merayakan ulangtahun adalah keharusan setiap tahunnya Ada kekhawatiran merayakan ulang tahun akan membuat anak berpikir bahwa hal seperti pesta, kue, balon, dan hadiah merupakan sebuah keharusan setiap tahunnya. Tentu ini adalah salah kaprah yang perlu dijelaskan pada anak sedini mungkin. 3. Mengikuti atribut ritual agama atau kepercayaan kafir tanpa menyadarinya Jika menilik sejarahnya, perayaan ulang tahun merupakan ritual kepercayaan orang Eropa zaman dahulu agar orang yang berulangtahun tidak diganggu roh jahat, adanya kue, lilin di atas kue, kaum keluarga dan kerabat yang diundang datang, pemberian kado, semuanya merupakan atribut dalam ritual tersebut. Maka, jika bukan karena adanya hal sangat penting yang membuat perlu diadakan perayaan ulang tahun, sebaiknya tidak perlu dilakukan perayaan dengan pesta dan lain-lainnya. 4. Membuat anak mengharapkan hadiah setiap hari ulang tahunnya Dampak kurang baik lainnya adalah anak akan mengharapkan hadiah dari orang-orang terdekat di hari ulang tahunnya, ia akan mengasosiasikan hadiah ini adalah bukti cinta atau kewajiban orangtua untuk memberikannya, anak akan terbiasa berharap menerima sesuatu, padahal lebih baik jika ia diajarkan suka memberi daripada selalu mengharap menerima. - See more at: http://www.suaranews.com/2015/12/awas-terjerumus-ini-beberapa-dampak.html#sthash.IlFnB2f9.dpuf

Kamis, 03 Desember 2015


Video Youtube....Orang-orang dengan aktifitas yang mengagumkan, penuh keberanian dan semangat........Sangat menikmati aktifitas yang luar biasa,........walaupun penuh resiko tinggi.......https://youtu.be/fK1RibjVAjM

Rabu, 04 Februari 2015

Penanganan Distokia sapi dan pasca penanganan



Nah Ini dia penampakan dari daun wora-wari, beda sama daun bunga sepatu loh, tapi mirip kesamaanya daunnya bisa keluar kelenjar licin seperti minyak goreng.

gambar 1. pedet mati, distokia karena 2 jam belum keluar entah mati di dalam atau mati ketika persalinan. Kondisi setelah saya cek terjadi torsio uterus dan cairan plasenta kering. Penanganan: pemberian cairan plasenta buatan dengan daun wora-wari yang diremas-remas sampai keluar lendirnya dicampur air kira-kira 10 liter masukkan ke uterus. Reposisi pedet dengan memutar ke kiri 360 drajat cek posisi normal. Ikat kaki keduanya, tautkan tali juga untuk kepala pedet tarik dibantu 5 orang keluar sudah tinggal injeksi obatnya. gambar 2. Induk sapi tampak masih mau makan dan berdiri, vulva dav vagina cek apakah ada jejas atau tidak. alhamdulilah aman. gambar yang dibawah penangana distokia yang kurang bagus tidak lege artis terjadi vulvovaginitis. Ada yang bisa diselamatkan ada juga yang harus sampai di RPH

rawa pening


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...