Rabu, 15 Februari 2017

Kisah Bersama Si Jaka Yang Beruntung



Kisah Bersama Gadis Berkerudung Part 2



Kisah Bersama Gadis Kerudung Biru





Suara Telepon Genggam berdering memecah kesunyian dipagi itu, langit masih gelap, kabut dari gunung merbabu masih belum enggan pergi, menyelimuti lembah-lembah, dan saya pun masih terbalut selimut tebal. Kuraih MIMPI...eehm....kuraih telepon genggam ku dan dengan mata yang masih terasa berat untuk membuka ku buka dan kubaca SMS/ L4y4ng suoro ora biso ngobati....ROSO KaNGEN MARANG SliRAMU yai....Malah Nyanyi ki. " Sugeng enjang pak nyuwun tulung mang obati lembu kulo mboten saget ngadek". Sebuah panggilan dari salah satu peternak sapi perah di lereng gunung merbabu membuatku langsung bangun dan menunaikan kewajibanku rutinitas pagi itu setelah menyelesaikan kewajiban saya sebagai makhluk yang berTuhan melakukan SembahYang saya segera hubungi seseorang yang sedang menanti kasus seperti ini. 
Tak seberapa lama datanglah tiga orang Mahasiswa sebuah perguruan Tinggi yang sudah beberapa hari mengikuti kegiatanku. Si GADIS Berkerudung Biru datang..........jreng....jreng....jreng............................................
Tanpa membuang waktu lebih lama dia dan saya mendatangi pasien bersama paramedis saya.
Sapi sehari sebelumnya melahirkan, laktasi ke-4 produksi rata-rata laktasi ke-3 sekitar 12-18liter/hari. Sapi sulit berdiri, nafsu makan tidak ada, mengindikasikan bahwa sapi ini mengalami Milk fever. Obat segera di persiapkan meliputi larutan calsium 500ml, Roborantia/ Vitamin dan ATP, serta infuset. 
Dengan cekatan  Gadis kerudung biru membantu mempersiapkan alat-alat dan obat-obatan, paramedis membantu restrain sehingga sapi mudah untuk di infus melaluli vena Jugularis. Dengan seksama Gadis kerudung Biru melakukan instruksi seperti yang saya harapkan mulai bagaimana menemukan HATIKU....eh bukan menemukan Vena Jugularis dengan menekan daerah leher dan pembesaran vena terlihat kemudian cara menusukkan jarum ke vena dan memasang infuset ke botol larutan Calsium. " Begini ya Dok" sambil mengecek apakah obat sudah mengalir dari mata turun kehati....xixixixi ....dari botol ke saluran infus dan masuk ke vena jugularis. "Nanti dijaga jangan sampai jarum masuk ke sub kutan dipastikan sebisa mungkin semua masuk ke intra vena" begitu kataku. Selama sekitar 15-20 menit larutan Calsium hampir habis dan saya minta untuk menambahkan Roboransia/ATP ke dalam larutan Calsium dengan sigap Gadis kerudung Biru mengambil obat dari tas kemudian diambil dengan spuit 20 ml dan dicampur ke larutan calsium yang kemudian terlihat perubahan warna larutan menjadi merah. Tetes terakhir dari larutan merah itu menandakan selesainya pengobatan sapi Milk fever milik Peternak di Lereng Merbabu. "Ok sudah selesai tinggal ambil jarum yang menancap di vena kita tinggal sebentar untuk minum minum dulu, ditunggu sebentar ya Pak" begitu kataku. 
Saya, paramedis, peternak dan Gadis Kerudung Biru bergegegas meninggalkan sapi yang sudah mulai cerah raut mukanya menandakan bahwa perkembangan kesehatannya mulai pulih kembali.
Sang surya perlahan menampakkan diri dari arah timur, menghapus perlahan kabut yang tadinya menyelimuti lereng merbabu, menerobos dari sela-sela kandang membuat suasana ROMANTIS....cie...cie.... Di rumah peternak kita di jamu dengan minuman teh manis dan makanan ringan. Gadis berkerudung biru mendengarkan perbincangan kami antara saya dan peternak yang menanyakan beberapa hal tentang penyakit yang diderita sapi miliknya. Saya menerangkan penyebab,proses, pengobatan dan pencegahan penyakit Milk fever kepada Peternak. Setelah sekitar 15 menit kita ngobrol kita berjalan lagi ke kandang yang jaraknya tidak lebih dari 15 meter dari rumah peternak. Sapi sudah mau makan tetapi belum mau berdiri sendiri, kuraih dengan tanganku tangannya.....eh salah ....ember disampingku dan ku isi dengan cinta...eh salah lagi dengan air dingin.... dan aku guyur ke kepala sapi dan spontan sapi bisa berdiri. Alhamdulillah.....hampir bersamaan terdengar dari mulut Gadis berkerudung Biru dan peternak melihat sapi nya bisa berdiri lagi......
Begitulah akhir kisah pengobatan Milk fever sapi perah bersama Gadis Kerudung Biru pada pagi hari itu. Saya lihat begitu senangnya begitu leganya Gadis Kerudung Biru sudah bisa melihat bagaimana mengobati kasus Milk fever yang memang itu tema dari PKL dia. ....
SEKIAN  

Kamis, 04 Agustus 2016

Penyakit Gangguan Reproduksi

Penyakit Gangguan Reproduksi adalah suatu penyakit/gangguan di alat reproduksi baik jantan atau betina. Pada sapi perah yang berada di wilayah puskeswan getasan kabupaten semarang kasus terbanyak adalah Hipofungsi ovarium dengan gejala anestrus atau tidak menunukkan gejala estrus sehingga sapi betina disini calving intervalnya lama. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa penyebab terjadinya hipofungsi ovarium itu karena fakktor nutrisi terutama protein yang tidak tercukupi.
Kasus yang lain adalah endometritis atau infeksi di uterus yang merupakan lanjutan dari kejadian pasca atau proses melahirkan. Distokia, atau penanganan kelahiran yang tidak benar, retensi plasenta dan penanganan retensi plasenta yang tidak benar, prolap vagina atau prolap uterus. dan penyakit gangguan reproduksi lainnya.
Untuk melihat gambar dan video beberapa kasus gangguan reproduksi yang terjadi di wilayah kerja puskeswan getasan silahkan cek video youtube di bawah ini. klik link dibawah ini!!!

Rabu, 24 Februari 2016

Penanganan milk fever pada Sapi Perah

Milk fever atau demam susu arti secara harfiahnya adalah suatu kondisi penyakit gangguan metabolisme tubuh dari sapi perah biasanya terjadi sehari sampai beberapa hari pasca melahirkan dan biasa terjadi pada induk dengan produksi susu tinggi atau asupan calsium yang rendah atau pakan dengan kandungan calsium, magnesium yang rendah.
Etiologi: Defisiensi Calsium, magnesium di dalam darah.
Faktor lain yang bisa menyebabkan terjadinya kejadian milk fever ini terjadi pada sapi laktasi ke-3 keatas walaupun bisa juga terjadi pada sapi laktasi pertama ataupun sapi bunting tua tri semester ke-3.
Gejala ; Gejala yang paling menciri adalah sapi tidak bisa atau sulit berdiri, nafsu makan menurun atau tidak ada nafsu makan, lemah, lesu.
Gejala spesifik kepala di tolehkan kebelakang. Untuk kejadian yang lebih parah ketika gejala awal tidak segera ditangani sapi akan terlentang kearah kiri biasanya tidak dalam posisi duduk lagi, dilanjutkan gejala kembung karena gerak rumen tidak ada, sampai keadaan koma dengan ditandai dengan tidak adanya reflek berkedip jadi mata terbelalak membuka, nafas berat-dalam frekuensi meningkat, cairan ingesta keluar dan apabila 0,5jam paling lama 2 jam tidak ada pertolongan infus calsium, natrium borogluconas sapi bisa mati.
Penanganan ; infus larutan Calsium, natrium borogluconas
Hasil penanganan dengan infus larutan calsium, natrium borogluconas secara intravena selama kurang lebih 30 menit akan terlihat perkembangannya, reflek berkedip normal, reflek menelan mulai normal, gerak rumen normal sehingga perut yang tadinya kembung akan kempes dengan sendirinya. Setelah selesai menginfus segera posisikan sapi ke duduk normal cabut selang infus dari vena jugularis atau vena mamae tunggu sekitar 30-45 menit. Silahkan ngopi dulu atau ngeteh biasanya sudah disiapkan sama peternak dan terangkan ke peternak tentang kasus Milk fever ini sehingga peternak mudeng dan ngerti apa itu Milk fever.
Sapi akan normal dan sembuh ditandai dengan reflek kencing kembali normal sapi akan kencing dan defekasi dengan tanda ini anda bisa membangunkan sapi dari duduknya biar berdiri caranya cipratkan air dingin kearah telinga sapi alhasil sapi akan berdiri. Jangan lupa baca Alfatehah dulu ya gan!!!
Hal-hal yang harus dihindari bila menangani kasus Milk Fever.
--1. Ketika milk fever disertai kembung jangan di trocar rumennya itu usaha yang sia-sia dan mubadzir.
--2. Jangan memaksa sapi makan atau minum ketika sapi terdeteksi milk fever karena reflek menelan tidak ada BAHAYA bisa masuk paru-paru.
--3. Jangan paksa sapi berdiri saat terdeteksi milk fever yo mesti raiso nek dipekso iso kepleset drawasi meneh, sapi bisa diberdirikan ketika sudah di terapi dengan infus calsium dan semua organ sudah normal ditandai urinasi dan defekasi silahkan diberdirikan.
Untuk melihat tanda-tanda gejala klinis milk fever cek link video dibawah, ini milk fever awal belum sampai parah.
Cek link dibawah in ya

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...