Sabtu, 13 November 2010

Liputan6.com

Summary:banyumentah
Warga nekat menambang meski bahaya mengancam begitu judul yang ditulis di situs liputan6.com. Begitulah gambaran disudut kehidupan disekitar merapi yang masih berbahaya tapi sebagian warga di sekitar sungai Pabelan, Muntilan, Magelang salah satu aliran sungai yang biasa dilewati lahar dari gunung merapi yang sampai 14 nopember 2010 masih dinyatakan berbahaya.Warga yang memang kehidupan sehari-harinya menggantungkan hidup dari menambang pasir disungai tersebut nekat memberanikan diri untuk tetap menambang. Beberapa warga dari yang dewasa sampai anak kecil tetap berktivitas di sungai tersebut. Mohamad tohir salah satu penambang pasir mengatakan karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya ia nekat tetap menambang pasir di Sungai Pabelan meskipun lahar dingin bisa secara tiba-tiba muncul dan mengancam jiwanya. Begitu pula salah seorang anak yang bernama sahel ia membantu orangtuanya dengan tetap menambang pasir guna membiayai sekolahnya. Salah satu bentuk perjuangan hidup warga sekitar merapi, walaupun mengancam jiwanya dan penuh resiko akan bahaya letusan gunung merapi ataupun lahar dingin yang sewaktu-waktu bisa datang dengan tiba-tiba karena sekarang masih musim penghujan. Dibalik fenomena erupsi gunung merapi yang berada di perbatasan jawa tengah dan DIY terselip sebuah kisah perjuangan hidup dari warganya yang memang menggantungkan dari kearifan sang merapi.



Liputan6.com Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/society-and-news/environment/2074251-liputan6-com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...