Kamis, 09 Februari 2012

Moksibasi pada Sapi

Sumber gambar dari Banyumentah
Sumber tulisan dari: Coretan sibudax

Moksibusi Pengobatan Alternative untuk Hewan

by budaxperah in penyakit Tag:moksibusi, pengobatan sapi

Moksibusi dan Akupunktur merupakan teknik pengobatan klasik dari bangsa Cina yang telah dikenal sejak jaman suku2 primitif sebelum abad ke 7. Akupunktur dan moksibusi dari masa ke masa berkembang dari Cina ke negara-negara Asia seperti Jepang, Korea dan negara2 lainnya. Teknik Moksibusi hampir sama dengan akupunktur tetapi moksibusi tanpa menggunakan tusuk jarum. Moksibusi pada dasarnya adalah pengobatan dengan perangsangan aliran darah dengan menggunakan rangsangan panas pada titik2 tertentu. Moksibusi pada hewan (sapi perah) dilakukan dengan membakar “moksa (Mogusa)” yaitu daun kering yang dihancurkan dari tanaman Baru Cina ( Artemisia vulgaris L). Panas yang dihasilkan dari pembakaran moksa dapat merangsang aliran darah lokal dan menstimulasi organ2 yang dibawah kontrol dari titik2 yang dirangsang.

Kegunaan

Teknik moksibusi sangat bermanfaat dalam dunia kedokteran hewan karena mempunyai beberapa kegunaan seperti:

* Merangsang syaraf. Sehingga dapat digunakan untuk terapi hewan yang mengalami gangguan syaraf, seperti kelumpuhan atau untuk memperbaiki fungsi dari saluran pencernaan.
* Sebagai Peredam rasa sakit, karena memiliki efek yang mengurangi derita rasa sakit
* Mendorong metabolisme karena memperbaiki sirkulasi darah
* Pengaturan keseimbangan hormon.

Beberapa penyakit pada sapi perah yang dapat diterapi dengan teknik moksibusi diantaranya yaitu; Parturient Paralysis , Milk fever, Downer Syndrome, Hipofugsi ovaria, Corpus Luteum persistent, Prolapsus Vagina, Retensio plasenta, Kembung, Aatoni rumen dan urothiasis.

Alat dan bahan

Untuk melakukan moksibusi hanya membutuhkan bahan dan alat yang sangat sederhana, yaitu:

* Mogusa (Bahan dari tanaman Lokat mala yg dikeringkan)
* Lem kertas (sebagai pelekat dan pelindungi lapisan kulit waktu pembakaran)
* Korek api gas
* Alat restrain (tali, bambu dsb.)

Teknik pembuatan moksa/ mogusa

1. Tanaman Lokat mala/baru cina ( Artemisia vulgaris L) dipetik dari alam, diambil bagian daun dan tangkai kecilnya
2. Jemur dibawah sinar matahari sampai benar2 kering
3. Hancurkan dengan diremas2 sampai lembut
4. Simpan d tempat yang kering atau langsung dipakai

lokat mala




Proses pelaksanaan moksibusi

1.Restrain sapi terutama kepala dan ekornya jangan sampai menganggu pelaksanaan moksibusi

2.Oleskan lem kertas pada setiap titik akupunktur sesuai kasus yang ditemukan

3.Taruh dan bulatkan mogusa di atas lapisan lem kira2 sebesar bola ping-pong di setiap titik

4.Nyalakan/bakar lapisan mogusa yang sudah diletakkan

5.Tunggu mogusa terbakar sampai padam

Terapi moksibusi dapat dikombinasikan dengan pengobatan secara konvensional, misalnya sapi yang menderita paralysis dapat diterapi dengan moksibusi bersamaan dengan injeksi multivitamin untuk mempercepat kesembuhan.

Moksibusi memang bukanlah teknik pengobatan terbaik karena efeknya relatif lambat sehingga perlu pengulangan. Akan tetapi pada kondisi tertentu Moksibusi mungkin menjadi salah satu terapi alternatif yang sangat bermanfaat karena sangat murah dan mudah untuk dilakukan dengan hasil yang lumayan.

Sekilas tentang tanaman Baru Cina/ Lokat mala (Artemisia vulgaris L)

lokat mala

lokat mala

Sinonim: A. chinensis, A. igniaria, A. indica, A. integrifolia, A. Moxa, A. lavandulaefolia, Crossostephium

Nama daerah: Sumatera: baru cina, sudamala. Beunghar kucicing, jukut lokat mala (Sunda), suket gajahan (Jawa), brobos kebo (Surabaya). Jakarta: daun manis, cam cao. Maluku: kolo, goro-goro (Ternate) & Hia, ai ye (Cina)

Tumbuhan asal Cina ini berambut halus dan berbau tajam, menyenangi tanah yang cukup lembab dan kaya humus. Dapat ditemukan tumbuh liar di hutan dan lading sampai ± 1.000 m dpl. Artemisia argyi. et. Vant. adalah jenis baru cina yang ditanam di pekarangan sebagai tumbuhan obat.

Sifat dan Khasiat

Daun rasanya pahit, pedas, hangat, berbau aromatik. Berkhasiat menghilangkan rasa dingin, penghilang nyeri (analgesik), penghenti perdarahan (hemostatis), peluruh kencing (diuretic), peluruh kentut, peluruh keringat, meningkatkan nafsu makan (stomakik), astringen, tonik, stimulan, melancarkan peredaran darah dan menghilangkan pembekuan, mencegah keguguran, dan menormalkan haid pada manusia.

Kandungan kimia

Daun baru cina mengandung minyak asiri (phellandrene, cadinene, a-thujone), a-amirin, fernenol, dihydromatricaria ester, cineole, 1-a-terpineol, b-kariophilene, 1-quebrachitol, dan tannin. Akar dan batangnya mengandung inulin (yang mengandung artemose). Sedangkan cabang kecil mengandung oxytocin, yomogi alkohol, dan ridentin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...