Rabu, 24 Februari 2016

Penanganan milk fever pada Sapi Perah

Milk fever atau demam susu arti secara harfiahnya adalah suatu kondisi penyakit gangguan metabolisme tubuh dari sapi perah biasanya terjadi sehari sampai beberapa hari pasca melahirkan dan biasa terjadi pada induk dengan produksi susu tinggi atau asupan calsium yang rendah atau pakan dengan kandungan calsium, magnesium yang rendah.
Etiologi: Defisiensi Calsium, magnesium di dalam darah.
Faktor lain yang bisa menyebabkan terjadinya kejadian milk fever ini terjadi pada sapi laktasi ke-3 keatas walaupun bisa juga terjadi pada sapi laktasi pertama ataupun sapi bunting tua tri semester ke-3.
Gejala ; Gejala yang paling menciri adalah sapi tidak bisa atau sulit berdiri, nafsu makan menurun atau tidak ada nafsu makan, lemah, lesu.
Gejala spesifik kepala di tolehkan kebelakang. Untuk kejadian yang lebih parah ketika gejala awal tidak segera ditangani sapi akan terlentang kearah kiri biasanya tidak dalam posisi duduk lagi, dilanjutkan gejala kembung karena gerak rumen tidak ada, sampai keadaan koma dengan ditandai dengan tidak adanya reflek berkedip jadi mata terbelalak membuka, nafas berat-dalam frekuensi meningkat, cairan ingesta keluar dan apabila 0,5jam paling lama 2 jam tidak ada pertolongan infus calsium, natrium borogluconas sapi bisa mati.
Penanganan ; infus larutan Calsium, natrium borogluconas
Hasil penanganan dengan infus larutan calsium, natrium borogluconas secara intravena selama kurang lebih 30 menit akan terlihat perkembangannya, reflek berkedip normal, reflek menelan mulai normal, gerak rumen normal sehingga perut yang tadinya kembung akan kempes dengan sendirinya. Setelah selesai menginfus segera posisikan sapi ke duduk normal cabut selang infus dari vena jugularis atau vena mamae tunggu sekitar 30-45 menit. Silahkan ngopi dulu atau ngeteh biasanya sudah disiapkan sama peternak dan terangkan ke peternak tentang kasus Milk fever ini sehingga peternak mudeng dan ngerti apa itu Milk fever.
Sapi akan normal dan sembuh ditandai dengan reflek kencing kembali normal sapi akan kencing dan defekasi dengan tanda ini anda bisa membangunkan sapi dari duduknya biar berdiri caranya cipratkan air dingin kearah telinga sapi alhasil sapi akan berdiri. Jangan lupa baca Alfatehah dulu ya gan!!!
Hal-hal yang harus dihindari bila menangani kasus Milk Fever.
--1. Ketika milk fever disertai kembung jangan di trocar rumennya itu usaha yang sia-sia dan mubadzir.
--2. Jangan memaksa sapi makan atau minum ketika sapi terdeteksi milk fever karena reflek menelan tidak ada BAHAYA bisa masuk paru-paru.
--3. Jangan paksa sapi berdiri saat terdeteksi milk fever yo mesti raiso nek dipekso iso kepleset drawasi meneh, sapi bisa diberdirikan ketika sudah di terapi dengan infus calsium dan semua organ sudah normal ditandai urinasi dan defekasi silahkan diberdirikan.
Untuk melihat tanda-tanda gejala klinis milk fever cek link video dibawah, ini milk fever awal belum sampai parah.
Cek link dibawah in ya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...