Selasa, 13 Maret 2012

Makna Nama Tokoh Punokawan dalam Pewayangan Jawa

Apa makna yang terkandung dalam setiap tokoh punakawan ini? Mari kita amati satu persatu:
Semar: aslinya tokoh ini berasal dari bahasa arab Ismar. Dalam lidah jawa kata Is–biasanya dibaca Se. Ambillah contoh Istambul menjadi Setambul. Ismar berarti paku. Tokoh ini dijadikan pengokoh (paku) terhadap semua kebenaran yang ada atau sebagai. Advicer dalam mencari kebenaran terhadap segala masalah. Paku di sini dapat juga difungsikan sebagai pedoman hidup, pengokoh hidup manusia. Apa pengokoh hidup manusia itu? Tidak lain adalah agama. Sehingga, semar bukanlah tokoh yang harus dipuja, tapi penciptaan semar hanyalah penciptaan simbolisasi dari agama sebagai prinsip hidup setiap umat beragama.
Nala Gareng: juga diadaptasi dari kata Arab Naala Qariin. Dalam pengucapan lidah jawa pula kata Naala Qariin menjadi Nala Gareng. Kata Naala Qariin, artinya memperoleh banyak teman, ini sesuai dengan dakwah para wali sebagai juru dakwah untuk memperoleh sebanyak-banyaknya teman (umat) untuk kembali kejalan Allah SWT dengan sikap arif dan harapan yang baik.
Petruk: diadaptasi dari kata Fatruk. Kata ini merupakan kata pangkal dari sebuah wejangan Tasawuf yang berbunyi: Fat-ruk kulla maa siwallahi, yang artinya: tinggalkan semua apa pun selain Allah.Wejangan tersebut kemudian menjadi watak para wali dan mubalig pada waktu itu. Petruk juga sering disebut Kanthong Bolong artinya kantong yang berlobang. Maknanya bahwa setiap manusia harus menzakatkan hartanya dan menyerahkan jiwa raganya kepada Allah SWT secara ikhlas, tanpa pamrih dan ikhlas, seperti bolongnya kantong yang tanpa penghalang.
Bagong: berasal dari kata Baghaa yang berarti berontak. Yaitu berontak terhadap kebatilan dan keangkaramurkaan. Dalam versi lain kata Bagong berasal dari Baqa’ yang berarti kekal atau langgeng, artinya semua manusia hanya akan hidup kekal setelah di akhirat nanti. Dunia hanya diibaratkan mampir ngombe (sekadar mampir untuk minum).

Para tokoh punakawan juga berfungsi sebagai pamomong (pengasuh) untuk tokoh wayang lainnya. Pada prinsipnya setiap manusia butuh yang namanya pamomong, mengingat lemahnya manusia. Pamomong dapat diartikan pula sebagai pelindung. Tiap manusia hendaknya selalu meminta lindungan kepada Allah SWT, sebagai sikap introspeksi terhadap segala kelemahan dalam dirinya. Inilah falsafah sikap pamomong yang digambarkan oleh para tokoh punakawan.
Alangkah disayangkan jika beberapa tokoh punakawan seperti semar dipuja-puji layaknya dewa oleh sebahagian penganut aliran kepercayaan. Padahal jelas sekali semua tokoh yang ada hanyalah merupakan ciptaan para wali untuk menyimbolkan suatu keadaan dalam misi dakwah mereka menyebarkan Islam. Sebagai contoh Semar diceritakan sebagai seorang dewa (bathara Ismaya kakak bathara Guru) yang turun ke bumi dengan menjelma menjadi manusia biasa untuk menjalankan sebuah misi suci. Hal ini sebenarnya cukup tepat untuk menggambarkan cara Allah SWT menurunkan Islam pada umat manusia dengan tidak menghadirkan sosok Allah langsung sebagai Tuhan di muka bumi. Niscaya semua manusia akan menjadi Islam, jika Allah langsung menyebarkan Islam di bumi. Lalu di manakah letak kemerdekaan manusia, jika demikian? Manusia dibiarkan memilih semua ajaran yang ada. Mengingat, manusia diberikan kebebasan untuk menentukan nasibnya kelak di akhirat, sesuai dengan pilihannya di dunia. Maka, sosok Semar sebagai dewa pun harus dijelmakan sebagai sosok manusia dahulu, untuk tetap menjaga kodrat manusia sebagai makhluk yang bebas memilih. Lihatlah pula kata Semar Badranaya. Badra berarti kebahagiaan dan naya berarti kebijaksanaan. Untuk menuju kebahagiaan, yaitu dengan cara memimpin rakyat secara bijaksana dan menggiringnya untuk beribadah kepada Allah SWT. Negara akan stabil jika semar bersemayam di pertapaan Kandang Penyu. Maknanya adalah untuk mengadakan penyuwunan (penyu-) atau permohonan kehadiran Allah SWT. Jelas sekali misi dakwah yang terkandung di sini, yang diceritakan dan diartikan sendiri maknanya oleh sang pembuat

sumber : http://damaisasmita.blogspot.com/2011/02/punokawan.html
Diposkan oleh IROEL_edane puol di 21:55
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...